Penulis : Justito Adi Prasetio –
Belum ada tinjauan sistematis dan/atau meta-analisis yang berupaya memetakan lanskap secara makro dan komprehensif, perkembangan dan tren penelitian komunikasi di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir. Oleh karena itu, ini sangat sulit untuk memeriksa pencapaian para sarjana komunikasi Indonesia. Kajian ini dengan menganalisis 3108 artikel yang tersebar dalam publikasi ilmiah komunikasi otoritatif di Indonesia, dalam rentang waktu dua dekade: Januari 2001 hingga Maret 2020. Kajian ini menemukan berbagai hal yang memvalidasi justifikasi optimis atau skeptis para sarjana komunikasi Indonesia tentang perkembangan epistemologi komunikasi di Indonesia. Selama dua dekade, meskipun telah terjadi peningkatan publikasi yang mengandalkan pendekatan kuantitatif, terlihat bahwa dominasi pendekatan kualitatif tidak tergantikan. Tren peningkatan penelitian dengan pendekatan kuantitatif hanya merupakan konversi dari artikel tinjauan pustaka yang banyak dipublikasikan pada periode awal 2000-an. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di posisi kedua, sebagai lembaga penyumbang penulis artikel ilmiah terbanyak setelah Universitas Islam Bandung di peringkat pertama, bahkan mengungguli Universitas Hasanuddin, Universitas Padjadjaran dan Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa lembaga lembaga negara merupakan salah satu aktor aktif dalam produksi dan reproduksi pengetahuan komunikasi di Indonesia. Jumlah rata-rata sitasi tahunan yang meningkat selama dua dekade menunjukkan bahwa akademis Indonesia mengalami pengayaan sumber referensi dan interkoneksi dengan akademisi lain. Namun, berdasarkan tren kata kunci, visi deliberatif dan progresif dalam riset Indonesia, belum tampak secara dominan.
Artikel ilmiah selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut: http://jurnal.unpad.ac.id/jkk/article/view/35954/17732
