Journalism Studies in the Shadow of Authoritarianism: The Genealogy of the Shallowness of Indonesian Journalism Scholarship and Research

Penulis: Justito Adiprasetio –

Penelitian ini menawarkan analisis kritis terhadap keterbatasan yang terus berlanjut dalam kajian dan penelitian jurnalisme di Indonesia, menelusuri geneaogi hingga ke warisan otoriter rezim Orde Baru. Rezim yang memerintah Indonesia dari tahun 1966 hingga 1998 ini memberlakukan kontrol ketat terhadap dunia akademis, menggunakan ilmu-ilmu sosial sebagai alat untuk melegitimasi dan mempromosikan narasi-narasi pembangunan dan narasi-narasi yang berpusat pada negara. Di bawah rezim otoriter Orde Baru, studi komunikasi dan jurnalisme dijadikan alat untuk mempromosikan propaganda negara dan teori-teori modernisasi yang selaras dengan kepentingan Barat selama Perang Dingin. Kontrol rezim terhadap universitas dan pers membentuk formasi diskursif yang menekan pengetahuan oposisi, mendepolitisasi kehidupan intelektual, dan mempersempit pendidikan jurnalisme menjadi usaha teknokratis dan kejuruan. Artikel ini juga membahas Peristiwa Malari, yang mengintensifkan pemberangusan pers dan memperkuat kontrol negara terhadap pendidikan jurnalisme. Kedangkalan yang terus terjadi dalam penelitian dan kajian jurnalisme di Indonesia berakar kuat pada pengaruh otoritarianisme di masa lalu dan dilanggengkan oleh hambatan-hambatan struktural dan epistemologis yang masih ada. Meskipun telah terjadi reformasi politik dan munculnya era reformasi, warisan otoritarianisme terus membentuk kontur keilmuan jurnalisme, sehingga perlu dilakukan penilaian ulang secara kritis terhadap dasar-dasar epistemologisnya.

Artikel ilmiah selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut:  https://doi.org/10.1080/00947679.2025.2515931