A meta-analysis of hate speech in Indonesia: The yielding of academic discourse to the discourse of authority

Penulis                  : Detta Rahmawan, Justito Adi Prasetio, Kunto Wibowo –

Artikel ini berfokus pada publikasi akademik tentang ujaran kebencian dalam konteks ilmiah di Indonesia. Para penulis menganalisis diskusi yang sedang berlangsung tentang ujaran kebencian dengan melakukan metode meta-analisis pada situs web resmi ‘Garuda’, yang dirancang sebagai repositori publikasi ilmiah di Indonesia. Dengan memeriksa 143 artikel ilmiah, penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar penelitian mengacu pada definisi ujaran kebencian dari Surat Edaran No. SE/06/X2015 tentang ujaran kebencian yang dikeluarkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar akademisi Indonesia nyaman dengan sudut pandang yang terbatas tentang ujaran kebencian. Selain itu, variasi penelitian tentang ujaran kebencian berasal dari bidang hukum atau studi hukum dan komunikasi atau komunikasi da’wah. Sebagian besar akademisi Indonesia juga melakukan penelitian tentang ujaran kebencian dengan pendekatan normatif yuridis, serta penelitian kualitatif. Selain itu, beberapa penelitian telah dilakukan dengan metode dan pendekatan yang tidak jelas. Idealnya, akademisi seharusnya melayani masyarakat dengan menjadi kritikus terhadap kekuasaan dan aparatur pemerintah, misalnya dengan terus mempertanyakan bagaimana ujaran kebencian diteliti, termasuk dalam konteks definisinya dan bagaimana hal itu memengaruhi implementasinya di Indonesia. Oleh karena itu, para penulis mendorong akademisi Indonesia untuk melakukan lebih banyak penelitian tentang ujaran kebencian dari berbagai latar belakang dengan metode penelitian yang lebih ketat dan beragam, guna dapat memperluas pengetahuan tentang kasus-kasus ujaran kebencian di Indonesia.

Artikel ilmiah ini dapat diakses melalui tautan berikut: https://search.informit.org/doi/epdf/10.3316/informit.093848608663871