Penulis: Detta Rahmawan, Justito Adiprasetio, Subekti Priyadharma
Book chapter ini membahas bagaimana integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam jurnalisme Indonesia, dengan fokus pada tvOne dan Narasi, dua media yang memiliki pendekatan editorial yang kontras. Strategi bottom-up Narasi terbukti lebih efektif, namun membutuhkan keahlian teknologi yang lebih tinggi, sementara metode top-down tvOne menghindari disrupsi editorial namun mewakili adopsi simbolis karena struktur konservatifnya dan terbatasnya keahlian teknologi yang ada. Book chapter ini juga menyoroti potensi ekonomi Indonesia yang signifikan untuk adopsi AI dan menekankan kurangnya data objektif tentang aplikasi spesifik AI di ruang redaksi lokal, serta mengeksplorasi faktor-faktor kritis, seperti struktur organisasi, sumber daya manusia, infrastruktur digital, regulasi, dan model bisnis media, yang secara kolektif berkontribusi pada implementasi AI yang tidak merata di industri ini. Ada pula refleksi implikasi yang lebih luas dari integrasi AI ke dalam jurnalisme, mempertimbangkan tantangan etis dan praktis yang dihadapi media Indonesia dalam menyeimbangkan inovasi dengan praktik tradisional.
Selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut : https://doi.org/10.1002/9781394250424.ch26
