Pemberitaan Media Terkait Isu Konservasi Masih Rendah

Pemberitaan media daring terkait isu lingkungan dan konservasi dianggap masih rendah. Apalagi, berita seputar isu ini hanya membahas narasi di tingkat nasional sehingga tidak menggali dan mengelaborasi masalah secara mendalam. Kapasitas wartawan dalam memahami dan menyajikan pemberitaan sangat dibutuhkan dengan dukungan kebijakan redaksi supaya lebih mengarusutamakan isu tersebut.

 

Peneliti Pusat Studi Komunikasi, Media, dan Budaya (PSKMD) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Justito Adiprasetio, menjelaskan, kondisi penyedia informasi atau media dalam memberitakan isu konservasi cenderung menyajikan informasi yang kurang menggali secara mendalam.

 

Misalnya, dalam kasus kejahatan pada hewan atau perdagangan satwa liar, pemberitaan di media hanya berkutat pada narasi dampak pidana saja. Sementara sepanjang 2019-2021, sebanyak 459 perdagangan satwa ilegal terjadi di Indonesia.

”Perdagangan satwa liar itu selalu ramai diberikan, tetapi implikasi hingga masalah yang lebih mendalam masih jauh atau kurang terangkat di media saat ini,” tuturnya saat kegiatan penguatan kapasitas jurnalis di Jakarta, Selasa (24/1/2023).

 

Baca artikel selengkapnya di : https://www.kompas.id/baca/humaniora/2023/01/24/pemberitaan-media-terkait-isu-konservasi-masih-rendah