Aksi protes dan demonstrasi besar #KawalPutusanMK, #PeringatanDarurat dan #IndonesiaGelap yang melanda Indonesia dalam beberapa waktu ke belakang ini, memperlihatkan berbagai keresahan warga terkait permasalahan- permasalahan yang tidak diperhatikan dengan baik oleh pemerintah. Dalam setiap aksi, terjadi interaksi antara praktik aksi protes di jalanan, liputan media, dan keberadaan media sosial. Beragam seruan protes, eksplanasi tuntutan, serta ekspresi kreativitas dan solidaritas warga mewarnai gerakan tersebut. Konten aksi dapat muncul di media sosial lalu dikutip media, atau sebaliknya, liputan media menjadi bahan konten di media sosial. Dinamika ini menunjukkan bahwa aksi protes, liputan media, dan platform media sosial saling berinteraksi sebagai bagian dari ekologi informasi.
Akan tetapi, di tengah meredupnya keberadaan media arus utama yang diakibatkan oleh tergesernya peran mereka di mata khalayak oleh adanya platform media sosial, sekaligus dinamika industri yang tengah mengkhawatirkan secara ekonomi, ada kekhawatiran soal keberlanjutan dan keberlangsungan media arus utama. Padahal, berbagai riset terkini juga masih memperlihatkan peran media dan jurnalisme sebagai pihak yang menjembatani warga kepada isu-isu publik yang substansial dalam demokrasi.
Di sisi lain, Berbagai liputan tentang kelas menengah di Indonesia memperlihatkan realitas soal ketimpangan ekonomi, perubahan gaya hidup, serta beragam ketidakpastian yang disebabkan ketidakjelasan kebijakan pemerintah. Ekonom Chatib Basri (2023) dalam tulisannya pernah menyebutkan bahwa kelas menengah di Indonesia adalah pengeluh profesional atau “professional complainers.” yang memiliki aspirasi untuk menyuarakan keinginan mereka terutama terkait dengan kualitas dan pelayanan jasa publik, dan seringkali mengkhawatirkan isu pembukaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan dan pendapatan yang tidak setara, serta kepastian akan biaya hidup yang terjangkau.
Lewat focus group discussion, studi ini mengeksplorasi pola pemantaatan dan respons informasi terkait berbagai isu publik termasuk soal aksi dan gerakan sosial diantara berbagai segmen kelas menengah; Menganalisis bagaimana ekologi informasi terbentuk dari interaksi antara peristiwa atau momentum tertentu, liputan pemberitaan, dan media sosial; serta Memetakan dampak dan implikasi dari dinamika ekologi informasi saat ini terhadap sirkulasi isu publik, dan kaitannya dengan berbagai aksi protes dan gerakan sosial.
Laporan selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut: https://bit.ly/laporanekologiinformasi




