Laporan Penelitian: Analisis Pemberitaan dan Perbincangan Aksi Protes #Indonesia Gelap

Sejak pertengahan Februari 2025, media sosial dan ruang publik Indonesia dikejutkan oleh serangkaian aksi demonstrasi yang menyatu dalam satu slogan: #IndonesiaGelap. Protes ini merupakan respons atas kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang memangkas anggaran pendidikan secara drastis untuk mendanai program makan bergizi gratis (MBG). Namun, seperti banyak gerakan sebelumnya, #IndonesiaGelap tidak semata-mata tentang satu isu. Ia adalah katalis bagi akumulasi kemarahan, simbol dari rasa kecewa yang menumpuk, dan ekspresi ketidakpuasan terhadap konsolidasi kekuasaan yang makin tertutup.

Gerakan ini tidak lahir dalam ruang hampa. Ia mewarisi spirit gelombang protes sejak #ReformasiDikorupsi (2019) dan #PeringatanDarurat (2023), yang didominasi oleh partisipasi kelas menengah terdidik. Namun alih-alih bersifat hierarkis atau terpusat, meminjam istilah Savirani et al., (2025), bentuk gerakan ini lebih menyerupai rizoma—bercabang, tersebar, dan sulit diputus.  Meski tampak sebagai ledakan spontan, demonstrasi ini sesungguhnya mencerminkan pola berkelanjutan dari keterlibatan kelas menengah terdidik dalam aksi politik digital dan akar rumput, yang didorong oleh keresahan, kemarahan dan rasa muak terhadap stagnasi demokrasi,kekerasan negara, dan oligarki politik.

Studi ini bertujuan menelaah bagaimana pembingkaian aksi kolektif membentuk infrastruktur dan dinamika gerakan #IndonesiaGelap dengan menelusuri narasi serta representasi di media online dan media sosial selama 14–28 Februari 2025. Penelitian ini juga mengamati berbagai aktor, mulai dari tokoh publik maupun akun anonim yang berperan dalam membangun komunitas dan menggerakkan solidaritas digital. Selain itu, wawancara dengan empat partisipan aktif gerakan dan satu peneliti sosial dilakukan untuk memahami makna ekspresi, strategi digital, serta cara gerakan ini memperluas narasi dan menciptakan ruang partisipatif yang inklusif di tengah kultur digital yang dinamis.

Laporan selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut: https://bit.ly/laporanindonesiagelap