Laporan Penelitian: Analisis Pemberitaan Media Online dan Perbincangan Media Sosial Aksi Agustus-September 2025 #ResetIndonesia

Aksi demonstrasi Agustus–September 2025 yang juga dikenal dengan tajuk “Reset Indonesia” menunjukkan dinamika aksi yang berbeda dibandingkan demonstrasi yang terjadi dalam dua tahun terakhir. Berbeda dengan demonstrasi seperti “Peringatan Darurat” (2024) atau “Indonesia Gelap” (awal 2025) yang berakar dari isu legislasi dan keterlibatan jejaring aktivitas mahasiswa, aksi Agustus-September 2025 berasal dari isu yang lebih konkret dan menyentuh publik secara luas, yaitu isu ekonomi.

Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan, terlihat bahwa transisi dari percakapan digital terkait berbagai permasalahan dan isu yang terjadi sepanjang Agustus–September 2025 menuju aksi jalanan tidak terjadi melalui alur mobilisasi konvensional. Ajakan eksplisit dari akun-akun mahasiswa atau aktivis yang sebelumnya biasanya cukup memainkan peran penting dalam pengorganisasian aksi tidak begitu banyak muncul dalam periode ini. Sebaliknya, peristiwa ini menyusup ke ruang publik melalui akumulasi amarah dan frustrasi masyarakat atas ketimpangan dan isu ekonomi, dan juga berbagai ucapan hingga perbuatan pejabat publik seperti anggota DPR yang nirempati sehingga menambah ketegangan sosial yang terpendam.

Melalui analisis isi media online dan pemetaan percakapan di media sosial selama periode 17 Agustus hingga 5 September 2025 (seminggu sebelum puncak demonstrasi 21 Agustus dan seminggu setelah puncak aksi 29 Agustus), serta wawancara mendalam dengan jurnalis yang meliput secara langsung peristiwa tersebut maupun juga dengan redaktur/redaksi media yang terlibat dalam proses editorial, kami mencoba melihat secara lebih detail dinamika pemberitaan di media online arus utama dan percakapan di media sosial selama rangkaian aksi Agustus-September 2025.

Temuan kami menggarisbawahi rekomendasi praktis yang dapat dilakukan seperti pentingnya memperkuat media alternatif yang independen dan berkelanjutan, dan membangun strategi komunikasi untuk menjaga momentum pasca aksi dengan diversifikasi strategi dan ruang aksi. Selain itu, perlu juga untuk mengembangkan hubungan strategis antara CSO-jurnalis dan influencer, dengan distribusi kerja kolektif yang berlandaskan pada tujuan yang disepakati bersama untuk kepentingan memperkuat demokrasi dan partisipasi publik.

Laporan selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut: https://bit.ly/laporanrisetResetIndonesia