Digitalisasi media dan Komunikasi Politik (Digitalisierung der Medien und der politischen Kommunikation)

Di era internet, ketergantungan masyarakat terhadap teknologi digital semakin tinggi. Generasi Z bahkan disebut digital native karena bagi mereka, teknologi digital adalah keniscayaan. Web 2.0 melahirkan budaya komunikasi politik yang interaktif, partisipatif, dan kolaboratif, misalnya dengan menginisiasi petisi untuk menggalang dukungan public atau mengorganisir massa untuk sebuah aksi unjuk rasa atau kampanye politik. Media sosial bukan lagi ruang privat. Ia telah menjelma menjadi ruang publik tandingan (counter-public sphere) bagi keajegan ruang publik arus utama yang perannya selama ini diemban oleh media massa. Tulisan ini berusaha memberikan gambaran tentang pengaruh digitalisasi terhadap komunikasi politik dan juga media massa yang memiliki peran besar dalam rantai sistem komunikasi di masyarakat terutama dalam proses pemaknaan pesan yang beredar di publik.

 

Selengakpnya dapat diakses melalui tautan berikut : https://www.daad-indonesia.org/files/2022/08/NADI-282021-Digital-Single-Page.pdf